jam digital

BIOLOGI

Bakteri

CIRI-CIRI BAKTERI
n  Merupakan mikroorganisme yang rata-rata berukuran lebar 0,5 - 1 mikrondan panjang hingga 10 mikron (1 mikron = 10 -3.
n  Dapat hidup diberbagai lingkungan, misalnya ditubuh organisme, tanah, airtawar dan laut.
n  Dinding sel tersusun atas polisakarida yang berikatan dengan protein membantuk peptidoglikan atau asam muramik
n  Dari dalam selnya mengeluarkan lendir, lendir membungkus dinding sel sehingga membentuk kapsul. Bakteri kapsul biasanya merupakan bakrei patogen.
n  Bakteri ada yang memiliki flagela (cambuk) dan ada yang tidak berflagela. Flagela digunakan untuk  bergerak.
n  Pada kondisi buruk bakteri dapat membentuk spora didalam sel.
BENTUK BAKTERI
Bakteri berbentuk batang:
n  Bakteri berbentuk batang dikenal dengan basil. Kata basil berasal dari kata(Bacillus) yang berarti batang.
Bakteri betuk basil dibedakan menjadi :
  1. Basil tunggal. Bakteri yang hanya berbentuk satu batang. Misalnya (Salmonella typi)
  2. Diplobasil. Bakteri dengan bentuk batang bergandengan dua-dua.
  3. Streptobasil. Bakteri berbentuk batang yang bergandengan memanjang membentuk rantai. Misalnya (bacillus anthracis)
Bakteri dengan bentuk bola (Cocus)
n  Monokokus. Bakteri berbentuk bola tunggal, misalnya Neisserria gonorrhoeae.
n  Diplokokus. Bakteri berbentuk bola bergandengan  dua-dua. Misalnya Diplococus pneumoniae.
n  Sarkina. Bakteri berbentuk bola yang berkelompok empat-empat sehingga berbentuk mirip kubus.
n  beraturan, sehingga mirip dompolan buah anggur.
n  Streptokokus. Bakteri berbentuk bola yang berkelompok memanjang membentuk rantai.
n  Stafilokokus. Bakteri berbentuk bola yang berkoloni membentuk sekelompok sel tidak
n  beraturan, sehingga mirip dompolan buah anggur.
n  Streptokokus. Bakteri berbentuk bola yang berkelompok memanjang membentuk rantai.
n  Stafilokokus. Bakteri berbentuk bola yang berkoloni membentuk sekelompok sel tidak
Bakteri bentuk spiral
Basillus                Coccus                  Spirillum
n  Vibrio atau bentuk komayang dianggap sebagai bentuk spiraltak sempurna. Misalnya Vobrio cholerae.
n  Spirochaeta. Golongan bakteri berbentuk spiral yang bersifat lentur. Pada saat bergerak tubuhnya dapat memanjang dan mengkerut.
n  Spiral. Golongan bankteri yang bentuknya seperti spiral. Misalnya Spirillum.
STRUKTUR TUBUH BAKTERI
n  Kapsul.
            Disebelah luar dinding sel terdapat kapsul yang berfungsi untuk melindungi sel dari antibodi inang dan melindungi sel dari kekeringan. Bakteri yang memiliki kapsul hanya bakteri patogen.
n  Flagela.
            Terbuat dari protein flegelin. Berfungsi untuk bergerakFlagela melekat pada membran plasma.  Berdasarkan letak dan jumlahnya tipe flagela dibedakan menjadi amfitrik, lofotrik, dan peritrik.     
n  Dinding sel.
            Tersusun atas Peptodoglikan yaitu polisakarida yangberikatan dengan protein. Fungsinya adalah melindungi sel.
            Berdasarkan struktur protein dan polisakarida yang terkandung dalam dinding. Bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri Gram positif dan Gram negatif
n  Membran sel.
            Membran sel tersusun atas molekul lemak dan protein. Bersifat semipermiabel dan berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat keluar atau kedalam sel.
n  Mesosom.
            Mesosom adalah penonjolan membran sel  ke arah dalam atau ke arah sitoplasma. Tonjolan tersebut berfungsi sebagai pabrik energi dan pusat pembentukan dinding sel baru diantara kedua sel anak pada proses pembelahan.
n  Lembar fotosintetik.
            Khusus pada bakteri yang berfotoseintesis, terdapat lipatan membran sel kerah dalam sitoplasma. Lipatan tersebut berisi klorofil sehingga disebut lembaran fotosintetik. Lembaran fotosintetik berfungsi untuk fotosintesis. Bakteri yang tidak berfotosintesis tidak memiliki lipatan demikian.
n  Sitoplasma.
            Sitoplasma dalah cairan yang berada di dalam sel. Sitoplasma tersusun atas koloid yang mengandung berbagai molekul organik, seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral-mineral, ribosom, DNA, dan enzim-emzim. Sitoplasma merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi metabolisme.
n  DNA.
            Asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam nukleat, merupakan materi genetik bakteri yang terdapat didalam sitoplasma. Bentuk DNA bakteri seperti kalung yang tidak berujung pangkal (DNA sirkuler). DNA merupakan zat pengontrol sintesis protein bakteri dan merupakan pembawa sifat atau gen.       
n  Plasmid.
            Plasmid adalah DNA non-kromosom berbentuk sirkuler dan letaknya di luar DNA kromosom. Ukuran plasmid sekitar 1/1000 kali DNA kromosom. Plasmid mengandung gen-gen tertentu, misalnya gen antibodi atau gen patogen. Plasmid juga bisa melakukan replikasi dan membentuk kopiannya sendiri dalam jumlah banyak.
n  Ribosom.
            Ribosom merupakan organel yang berfungsi dalam sintesis protein atau sebagai pabrik protein. Bentuknya berupa butiran-butiran kecil yang tidak diselubungi membran. Ribosom tersusun atas protein dan RNA.
n  Endospora
            Beberapa bakteri dapat membentuk endospora. Pembentukan endospora merupakan cara bakteri mengatasi kondisi lingkunagn yang tidak menguntungkan. Endospora tahan terhadap panas hingga 120 0C.
REPRODUKSI BAKTERI
n  Reproduksi Aseksual
            Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembelahan bener (pembelahan langsung tanpa melalui tahap pembelahan miosis.
            Pembelahan biner diawali proses replikasi DNA dan di ikuti pembagian sitoplasma dan akhitanya terbentuk dinding pemisah kedua sel.
Proses pembelahan berlangsung sangat cepat. Setiap 20 menit sekali satu sel bakteri akan membelah. Dalam satu jam satu sel bertambah 2atau 8, dalam 24 jam bertambah sekitar 272.
Pembelahan pada bakteri juga memiliki batas. Misalnya kekurangan makanan, suhu yang tidak sesuai, hasil ekskresi bakteri dapat meracuni dirinya sendiri dan adanya organisme lain yan memangsa bakteri tersebut.
n  Reproduksi Seksual
            Reproduksi seksual dilakukan melalui proses konjugasi. Konjugasi terjadi jika dua bakteri yang berdekatan memunculkan saluran konjugasi sehingga saling berhubungan. Saluran konjugasi berfungsi untuk saluran materi genetik dari satu sel berpindah ke sel yang lain dan di ikuti oleh sitoplasmanya.
Kita tidak bisa menentukan jenis kelamin bakteri. Namun bakteri yang memberikan DNA dikatakan bakteri “jantan” dan yang menerima DNA dikatakan bakteri “betina”. Setelah DNA berpindah terbentuklah rekombinasi DNA dan selanjutnya sel bakteri penerima akan melakukan pembelahan biner.
REKOMBINASI DNA BAKTERI
Rekobinasi DNA artinya penggabungan dua DNA dari sumber yang berbeda. Selain rekombinasi bakteri melalui konjugasi, terdapat pula rekombinasi DNA bakteri melalui peristiwa Tranformasi dan Transduksi.
Tranformasi
n  Jika plasmid pembawa gen patogen berpindah ke bakteri lain yang tidak patogen. Misalnya dari bakeri Pneomococcus yang ganas ke yang jinak. Maka yang semula bakteri tidak patogen akan berubah menjadi baktei yang patogen. Proses perubahan ini disebut dengan tranformasi.
Transduksi
n  Adalah perpindahan materi gentik satu sel bakteri ke sel bakteri yang lain dengan perantara organisme lain yaitu bakteriofage. 
PENGOLONGAN BAKTERI BERDASARKAN CARA MEMPEROLEH MAKANAN
Berdasarkan cara memperoleh makanan bakteri dapat di golongkan bakteri heterotrof dan bakteri aoutotrof
Bakteri Heterotrof
n  Bakteri heterotrof adalah bakteri yang hidup dengan meperoleh makanan berupa zat organik dari lingkungan karena tidak dapat menyusun sendiri zat organik yang dibutuhkan. Zat organik diperoleh dari sisa organisme lain, sampah, zat yang terdapat dalam organisme lain.
n  Bakteri heterotrof dapat dibedakan menjadi dua yaitu bakteri saprofit (bakteri yang mendapat zat organik dari sampah, kotoran, bangkai atau makanan) dan bakteri parasit (bakteri yang mendapat zat organik dari orgenisme lain, baik manusia, hewan dan tumbuhan).
Bakteri Aoutotrof
n  Bakteri yang dapat menyusun zat-zat organik dari zat-zat anorganik. Pengubahan zat anorganik menjadi organik dilakukan melalui bantuan energi cahaya melalui porses fotosintesis, serta dengan bantuan energi kimia dengan cara merombak zat kimia dari molekulyang komplek nejadi melekul uyang sederhana.
PENGGOLONGAN BAKTERI BERDASARKAN KEBUTUHAN OKESIGEN
n  Bakteri yang memerlukan oksigen bebas untuk reaksi pernafasannya digolongkan kedalam bakteri aerobik, sedangkan bakteri yang tidak memerlukan okesigen untuk reaksi pernafasanya digolongkan bakterianaerobik
Aerob
n  Bakteri aerobik memerlukan oksigen untuk memecah amoniak (NH2) menjadi nitrit (HNO2). Prosesnya sebagai berikut:
            2NH3 + 3O           2HNO2 + 2H2O + energi
Hasil pemecahan amoniak menjadi nitrit menghasilkan energi yang akan dimanfaatkan oleh bakteri. 
n  Bakteri yang hidup secara aerob dapat gula menjadi air, CO2, dan energi. Prosesnya sebagai berikut:
            C6H12O6 + 6O       6CO2 + 6H2O + energi
Anaerob
n  Bakteri yang dapat mengubah gula mejadi asam susu. Reaksi respirasi anaerob adalah sebagai berikut:
n  C6H12O6        2CH3CHOH.COOH + energi
n  Contoh bakteri yang melakukan resporasi anaerob adalah lactobacillus bulgarius, Clostridium tetani.
PERANAN BAKTERI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
n  Bakteri ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan. Bakteri yang menguntungkan adalah bakteri yang dpat dimanfaatkan dalam industri. Bakteri yang merugikan adalah bakteri yang dapat membusukkan atau yang hidup parasit baik pada manusia, hewan dan tumbuhan.
Contoh bakteri yang menguntungkan:
n  Escherchia coli. Membantu membusukkan makanan didalam usus besar dan menghasilkan vitamin K.
n  Rizobium. Mengikat nitrogen bebas diudara, menyuburkan tanah.
n  Azotobacter. Mengikat nitrogen bebas diudara, menyuburkan tanah.
n  Lactobacillus casei. Membantu fermentasi pada proses pembuatan keju.
n  Acetobacter xylinun. Membantu dama proses pembuatan Nata de coco yang terbuatdari air kelapa.
n  Acetobacter. Membentu dalam proses fermentasi alkohol menjadi asam cuka. Air tapai yang mengandugn gula diubah menjadi alkohol.
n  Streptomyces griceus. Penghasil antibiotik treptomisin.
n  Lactobacillus bulgaricus. Membantu proses fermentasi pembuatan susu asam (Yoghurt).
n  Psodomonas denitrifikasi. Menghasilkan vitamin B12.
Bakteri yang merugikan
Contoh bakteri yang merugikan:
n  Mycobacterium tubercolosis. Penyabab penyakit TBC.
n  Mycobacterium leprae. Penyebab penyakit lepra.
n  Treponema pallidum. Penyebab penyakit sifilis (raja singa).
STERILISASI
Dilakukan dengan cara:
n  Dimasukkan ke dalam oven kemudian dipanaskan pada suhu 170-180 0C selama 2 jam.
n   Dimasukkan dalam uap air panas (ditanak). Alat yang disterilkan harus dibungkus rapat. Dimasukkan dandang (pemeram air) selama satu jam pada suhu 100 0C .
n  Dimasukkan kedalam pensteril yang disebut Aotoklaf. Didala aotoklaf suhu dapat mencapai 121 0C dan tekanan 15 atm/cm2. proses ini memerlukan waktu singkat sekitar 15 menit tanpa diulang.
PENGAWETAN MAKANAN
n  Pengawetan makanan dilakukan dengan cara:
n  Diberi garam, misalnya ikan asin.
n  Diberi gula, misalnya dodo.
n  Diberi asam, misalnya acar.
n  Dikeringkan, misalnya kerupuk.
n  Didinginkan, misalnya daging, ikan, buah dan sayuran.
n  Diberibahan pengawet, misalnya  asam benzoat.
n  Selain itu terdapat pengawetan dengan pasteurisasi (pemanasan dengan suhu 700C).
ALGA HIJAU-BIRU
Alga ini disebut alga hijau-biru karena berwarna hejau kebiruan. Warna hijau-biru iakibatkan oleh klorofil dan pikmen biru (fikosianin). Alga hijau-biru dapat dijumpai ditempat-tempat yang lembab misalnya diatas tanah, batu, tembok sawah, parit dan dilaut. Jika mengering koloni alga hijau-biru akan mengelupas seperti kerak.
Ciri alga hijau-biru
Ciri utama adalah bersifat:
n  Prokariotik. Alga hijau-biru tidak memiliki mebran inti. bahan inti terdapat pada suatu daerah didalam sitplasma.
n  Klorofilnya tidak dalam kloroplas alga ini memiliki klorofil a dan pigmen biru. Klorofilnya tidak dalam klorolas melainkan pada membran tilakoid.
Struktur sel alga hijau-biru
n  Alga hijau-biru ada yang unuseluler, ada yangmembentuk koloni, dan ada pula yang membentuk benang.
n  Sel alga hijau-biru tersusun dari dinding sel, membran sel, sitoplasma, dan asam inti atau asam nukleat (DNA).
Reproduksi alga hijau-biru
Reporduksi dilakukan dengan:
n  Pembelahan sel. Alga hijau-biru bereproduksi dengan pembelahan biner.
n  Fragmentasi. Dilakukan oleh alga hijau-biru berbentuk benang. Fragmentasi (pemengalan) filamen yang panjang akan terputus menjadi dua tau lebih benang pendek yang disebut hormogonium.
n  Pembentukan spora.
            Jika kondisi buruk, diantara sel-sel alga hijau ada yang dapat membentuk endopsora. Dindingnya menebal dan ukurannya membesar. Bentukan ini disebut Akinet.
Contoh alga hijau-biru
n  Crorococcus.
n  Gloeocapsa.
n  Polycytis.
n  Oscillatoria.
n  Nostoc.
n  Anabaena.
Peranan alga hijau-biru
n  Alga hijau-biru yang merugikan.
            Alga hijau-biru yang hidup di air ada yang mengeluarkan racun, racun tersebut dapat dapat membunuh organisme lain yang meminumnya.jika alga tumbuh ditembok, maka tembok tersebut akan menjadi mudah lapuk. Penyebab licin di lantai kamar mandi.
n  Alga hijau-biru yang menguntungkan.
            Alga hijau-biru bermanfaat dibidang pertanian dan intustri makanan.Gloeocapsa, Nostoc, Anabaena merupakan alga hijau-biru yang dapat mengikat nitrogen diudara sehingga dapat menyuburkan tanah pertanian.
n              Ada pula alga hijau-biru yang dijadikan makanan kerena mengandung protein yng cukup tinggi. Misalnya alga hijau-biru yan tubuhny berbentuk spiral dan disebut Arthrospira (spirulina).
ARCHAEBAKTERIA
n  Archaebakteria dimasukkan dalam kelompok prokariot karena tidak memiliki membran inti. Struktur sel dan metabolisme archaebakteria sama denga organisme prokariotik lainnya. Archaebakteria tidak ditemukan didaerah berkondisi ekstrem, misalnya sumber air panas dan air asin. 
Perbandingan ciri bakteri dan Archaebakteria
Karakteristrik
Bakteri
Archaebakteria
Membran inti
Tidak ada
Tidaka ada
Dinding sel
Mengandung Peptidoglikan
Tidak mengandung Peptidoglikan
RNA polimerase
Satu jenis
Beberapa jenis
Lipid membran
Hidrokarbon tidak bercabang
Hidrokarbon bercabang

Jenis-jenis Archaebakteria
n  Metanogen
            Archaebakteria jenis metanogen hidup dilingkungan aerobik. Akanmati jika ada oksigen. Metanogen menghasilkan gas metana (CH4) dari gas hidrogen (H2) dan karbon dioksida (CO2). Contoh genus metanogen adalah Metanopyrus danMethanobacterium.
n  Halofil
            Halofil hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi, biasanya 12-15 %, sementara kadar garam laut sekitar 3,5%. Halofil dapat ditemui di Great salt lake di utah, di laut mati.
Contoh archaebakteria ini antara lain: halococcus, halorubrum, haloarcula danhalobakterium.
n  Termoasidofil (termofil ekstrem)
             Termoasidofil  hidup didaerah bersuhu tinggi dan bersifat asam, misanya sumber air panas. Kondisi optimum untuk hidupnya 60-80 0C. Sebagian besar termoasidofil merupakan organisme autotrof dan metabolismenya bergantung pada silfur.
n  Contoh archaebakteria ini adalah Sulfolubus yang hidup dimata air panas di yellowstone national park. Contoh lain adalah Polylobus fumarii yang hidup pada suhu 106-113 0C.
Manfaat Archaebakteria Dalam Kehidupan
n  Archaebakteria memiliki peranan sebagai organisme pengurai. Metanogen dapat menguraikan sampah dan kotoran hewan menjadi metana. Metanogen juga bermanfaat untuk menguraikan kelebihan hidrogen dan prosuk fermentasi yang dihasilkan oleh organisme anaerobik lainnya.
n  Beberapa jenis archaebakteria diambil enzimnya untuk digunakan sebagai zat tambahan dalam detergen. Enzim yang dihasilkan tersebut juga dapat mengubah pati jagung menjadi dekstrin (bahan pengental makanan.

kimia

IKATAN KIMIA

1. Konsep Dasar Ikatan Kimia
     
Semua senyawa kimia yang terbentuk akibat berbagai kombinasi unsur penyusunnya. Atom dari unsur yang sama atau unsur yang berbeda digabungkan oleh berbagai ikatan kimia untuk menjaga molekul bersama-sama dan dengan demikian,menganugerahkan stabilitas senyawa yang dihasilkan. Ikatan kimia terdiri atas beragam jenis dan memiliki kekuatan bervariasi.
            Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil. Dengan kata lain ikatan kimia adalah kemampuan suatu atom bergabung dengan atom lain membentuk suatu senyawa.Ikatan kimia dilakukan dengan melepas atau menerima electron, sehingga susunan electron menjadi stabil  (seperti susunan pada gas mulia). Kecenderungan unsur – unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia terdekat dengan istilah aturan oktet.Elektron yang berperan dalam pembentukkan ikatan kimia adalah electron valensi dari suatu atom / unsur yg terlibat.Ikatan kimia dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu ikatan ionik , ikatan kovalen dan ikatan kovalen koordinasi.
2. Jenis Ikatan Kimia
       Elemen-elemen ini membentuk suatu ikatan dengan menyumbang, menerima atau berbagi elektron. Ini adalah dasar dari ikatan kimia. Jenis yang paling umum dari ikatan kimia antara lain:
 -  kovalen
 - ikatan ion
 - Ikatan logam
      Sementara berbagi elektron oleh atom membentuk ikatan kovalen, transfer atau elektron dari satu atom ke yang lain adalah bentuk ikatan ion. Di sini kita akan membahas secara rinci berbagai aspek ikatan ionik.

A.Pengertian Ikatan Ion
            Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat adanya serah terima elektron sehingga membentuk ion positif dan ion negatif yang konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia. Ion positif dan ion negatif diikat oleh suatu gaya elektrostatik. Senyawa yang dihasilkan disebut senyawa ion.
            Salah satu contoh ikatan ion yang sering kita jumpai sehari-hari adalah garam dapur. Ya, garam dapur rumus kimianya NaCl (Natrium klorida). Dalam NaCl padat terdapat ikatan antara ion Na+ dan ion Cl–dengan gaya elektrostatik sehingga disebut ikatan ion. Bentuk kristal NaCl merupakan rangkaian antara ion Na+ dan ion Cl–. Satu ion Na+ dikelilingi oleh enam ion Cl– dan satu ion Cl– dikelilingi oleh enam ion Na+ seperti yang diilustrasikan oleh gambar di bawah.


Struktur NaCl

1 Cl dikelilingi 6 Na dan sebaliknya 1 Na dikelilingi 6 Cl



Atom-atom membentuk ikatan ion karena masing-masing atom ingin mencapai keseimbangan/kestabilan seperti struktur elektron gas mulia. Ikatan ion terbentuk antara:
1. Ion positif dengan ion negatif
2.Atom-atom berenergi potensial ionisasi kecil dengan atom-atom berafinitas elektron besar (Atom-atom unsur golongan IA, IIA dengan atom-atom unsur golongan VIA, VIIA),
3. Atom-atom dengan keelektronegatifan kecil dengan atom-atom yang mempunyai keelektronegatifan besar.






B. Pembentukan Ikatan Ion

            Sebagimana disebutkan di atas bahwa ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat perpindahan elektron dari satu atom ke atom lain. Masih ingat kan sobat, ikatan antar unsur akan stabil jika eletron terluar berjumlah 2 dan 8. Perhatikan contoh pembentukan ikatan ion antara unsur Na (natrium) dan Cl (klorida) berikut ini:




            Ikatan ion merupakan ikatan yang relatif kuat. Pada suhu kamar, semua senyawa ion berupa zat padat kristal dengan struktur tertentu. Dengan mengunakan lambang Lewis, pembentukan NaCl digambarkan sebagai berikut.


*Catatan:

Lambang titik elektron Lewis terdiri atas lambang unsur dan titik-titik yang setiap titiknya menggambarkan satu elektron valensi dari atom-atom unsur. Titik-titik elektron adalah elektron terluarnya.

C. Sifat-sifat Ikatan Ion

Selain bersifat relatif kuat, ikatan ion juga memiliki sifat-sifat yang lain, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.   Memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi. Ion positif dan negatif dalam kristal senyawa ion tidak bebas bergerak karena terikat oleh gaya elektrostatik yang kuat. Diperlukan suhu yang tinggi agar ion-ion memperoleh energi kinetik yang cukup untuk mengatasi gaya elektrostatik.
2.   Keras tetapi rapuh. Bersifat keras karena ion-ion positif dan negatif terikat kuat ke segala arah oleh gaya elektrostatik. Bersifat rapuh dikarenakan lapisan-lapisan dapat bergeser jika dikenakan gaya luar, ion sejenis dapat berada satu di atas yang lainnya sehingga timbul tolak-menolak yang sangat kuat yang menyebabkan terjadinya pemisahan.
3.   Berupa padatan pada suhu ruang.
4.   Larut dalam pelarut air, tetapi umumnya tidak larut dalam pelarut organik
5.   Tidak menghantarkan listrik dalam fasa padat, tetapi menghantarkan listrik dalam fasa  cair.Zat dikatakan dapat menghantarkan listrik apabila terdapat ion-ion yang         dapat bergerak bebas membawa muatan listrik.

IKATAN KOVALEN

            Ikatan Kovalen adalah ikatanyang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada atom-atom non logam).
Pembentukan ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion. Atom non logam cenderung untuk menerima elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang terbentuk dapat dilakukan dengan cara mempersekutukan elektronnya dan akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama. Pembentukan ikatan kovalen dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron)

.1. Ikatan Kovalen Tunggal
 Contoh:
1H = 1
9F = 2, 7
Atom H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom F memiliki 7 elektron valensi. Agar atom H dan F memiliki konfigurasi elektron yang stabil, maka atom H dan atom F masing-masing memerlukan 1 elektron tambahan (sesuai dengan konfigurasi elektron He dan Ne). Jadi, atom H dan F masing-masing meminjamkan 1 elektronnya untuk dipakai bersama.

2. Ikatan Kovalen Rangkap Dua
Contoh:
Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2
Konfigurasi elektronnya :
8O= 2, 6
Atom O memiliki 6 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom O memerlukan tambahan elektron sebanyak 2. Ke-2 atom O saling meminjamkan 2 elektronnya, sehingga ke-2 atom O tersebut akan menggunakan 2 pasang elektron secara bersama.




3. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
Contoh:
Ikatan yang terjadi antara atom N dengan N membentuk molekul N2
Konfigurasi elektronnya :
7N = 2, 5
                   Atom N memiliki 5 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom N memerlukan tambahan elektron sebanyak 3. Ke-2 atom N saling meminjamkan 3 elektronnya, sehingga ke-2 atom N tersebut akan menggunakan 3 pasang elektron secara bersama.

\



Ikatan ion (atau ikatan elektro kovalen) adalah jenis ikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ion logam dengan non-logam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik. Dengan kata lain,ikatan ion terbentuk dari gaya tarik-menarik antara dua ion yang berbeda muatan.
            Misalnya pada garam dapur  (natrium klorida).Ketika natrium (Na) dan klor (Cl) bergabung,atom-atom natrium kehilangan elektron, membentuk kation (Na+),sedangkan atom-atom klor menerima elektron untuk membentuk anion (Cl-).Ion-ion ini kemudian saling tarik-menarik dalam rasio 1:1 untuk membentuk natrium klorida.
Na + Cl → Na+ + Cl- → NaCl
Pada ikatan ionik,terjadi transfer elektron dari satu atom ke atom lainnya. Oleh karena berpindahnya elektron,maka ada atom yang kedapatan elektron menjadi bermuatan negatif, sedangkan atom yang kehilangan elektron akan bermuatan positif. Jika atom ketambahan elektron,maka atom tersebut menjadi ion negatif atau dikenal dengan istilah anion. Sedangkan jika atom kehilangan elektron, maka atom tersebut menjadi ion positif atau kation. Karena adanya perbedaan muatan antar ion (ion positif dan ion negatif), maka ion positif dan negatif akan saling tarik menarik oleh gaya elektrostatik. Kejadian inilah yang merupakan dasar dari ikatan ionik.


B.  Ikatan Kovalen

1. Ikatan Kovalen Tunggal
Contoh:
1H = 1
9F = 2, 7
Atom H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom F memiliki 
elektron valensi. Agar atom H dan F memiliki konfigurasi elektron yang
stabil, maka atom H dan atom F masing-masing memerlukan 1 elektron
tambahan (sesuai dengan konfigurasi elektron He dan Ne). Jadi, atom H
dan F masing-masing meminjamkan 1 elektronnya untuk dipakai
bersama.
2. Ikatan Kovalen Rangkap Dua
Contoh:
Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2
Konfigurasi elektronnya :
8O= 2, 6
Atom O memiliki 6 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi
elektron yang stabil tiap-tiap atom O memerlukan tambahan elektron
sebanyak 2. Ke-2 atom O saling meminjamkan 2 elektronnya, sehingga
ke-2 atom O tersebut akan menggunakan 2 pasang elektron secara
bersama.
3. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
Contoh:
Ikatan yang terjadi antara atom N dengan N membentuk molekul N2
Konfigurasi elektronnya :
7N = 2, 5
Atom N memiliki 5 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi
elektron yang stabil tiap-tiap atom N memerlukan tambahan elektron
sebanyak 3. Ke-2 atom N saling meminjamkan 3 elektronnya, sehingga
ke-2 atom N tersebut akan menggunakan 3 pasang elektron secara
bersama.

1. Ikatan Kovalen Polar

            Ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen yang terbentuk ketika
elektron sekutu di antara atom tidak benar-benar dipakai bersama. Hal ini
terjadi ketika satu atom mempunyai elektronegativitas  yang lebih tinggi
dari pada atom yang lainnya.Atom yang mempunyai elektronegativitas
yang tinggi mempunyai tarikan elektron yang lebih kuat. Akibatnya
elektron sekutu akan lebih dekat ke atom yang mempunyai
elektronegativitas tinggi.Dengan kata lain,akan menjauhi atom yang 
mempunyai elektronegativitas rendah.Ikatan kovalen polar menjadikan
molekul yangterbentuk mempunyai potensial elektrostatis. Potensial ini
akan membuatmolekul lebih polar, karena ikatan yang terbentuk dengan
molekul polarlain relatif lemah. 
Contoh ikatan kovalen polar
       Dalam pembentukan molekul HF, kedua elektron dalam ikatan kovalen digunakan tidak seimbang oleh inti atom H dan inti atom F sehingga terjadi pengutuban atau polarisasi muatan.

2. Ikatan Kovalen Non Polar
            Ikatan kovalen nonpolar adalah ikatan kovalen yang terbentuk ketika atom membagikan elektronnya secara setara (sama).Biasanya terjadi ketika ada atom mempunyai afinitas elektron yang sama atau hampir sama. Semakin dekat nilai afinitas elektron, maka semakin kuat ikatannya.Ikatan kovalen nonpolar terjadi pada molekul gas,atau yang sering disebut sebagai molekul diatomik.Ikatan kovalen nonpolar mempunyai konsep yang sama dengan ikatan kovalen polar,yaitu atom yang mempunyai nilai elekronegativitas tinggi akan menarik elektron lebih kuat.Pernyataan tesebut benar,namun jika terjadi pada molekul diatom (dimana atom penyusunnya adalah sama) maka elektronegativitas juga sama. Ilustrasi ikatan kovalen nonpolar seperti contoh berikut ini:

Contoh Ikatan Kovalen non Polar
            Misalnya pada Iodine (I).Dalam pembentukan molekul I2, kedua elektron dalam ikatan kovalen digunakan secara seimbang oleh kedua inti atom iodin tersebut. Oleh karena itu, tidak akan terbentuk muatan (tidak terjadi pengutuban atau polarisasi muatan).
Ikatan Kovalen
Contoh senyawa lain yang memiliki bentuk molekul simetris dan bersifat
nonpolar adalah CH4, BH3, BCl3, PCl5, dan CO2.

. Ikatan Kovalen Koordinasi 

            Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.
            Dengan demikian dalam kasus ini ada pihak penyumbang (donor) dan ada pihak penerima (akseptor) pasangan elektron. Ikatan demikian ini tentu saja merupakan ikatan kovalen dan sering dinyatakan secara khusus sebagai ikatan kovalen koordinasi atau ikatan kovalen koordinat dengan simbol tanda panah dari atom donor menuju akseptor, meskipun hal ini bukan suatu keharusan.